Bagi merek consumer goods yang beroperasi dalam skala besar, visibilitas distribusi adalah kebutuhan mutlak. Namun, banyak perusahaan kesulitan karena kurangnya wawasan real-time terhadap secondary sales dan inventori mereka, sehingga sulit untuk mengoptimalkan rantai pasok.
Hindustan Coca-Cola Beverages menghadapi tantangan-tantangan ini, dan membutuhkan solusi yang disesuaikan yang dapat memberikan visibilitas end-to-end tanpa mengganggu operasional yang sudah berjalan.
Memimpin implementasi DMS Lite untuk HCCB adalah salah satu proyek paling memuaskan dalam karier kami—sebuah proyek yang mentransformasi visibilitas dan operasional distribusi mereka.
Mari kami tunjukkan perjalanan kami mengatasi tantangan ini dan memberikan hasil yang terukur.
HCCB mendekati kami dengan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi operasional. Meski teknologi yang mereka miliki memberikan visibilitas pada primary sales, teknologi tersebut kurang memberikan wawasan penting pada secondary sales dan manajemen inventori.
Isu-isu utama yang membutuhkan solusi yang lebih cerdas:
1. Kurangnya Visibilitas pada Secondary Sales
Meski teknologi mereka memberikan wawasan pada primary sales, ada titik buta besar pada secondary sales dan inventori. Mereka tidak memiliki visibilitas yang jelas pada:
2. Hambatan Operasional di Pasar Pedesaan
Distributor di daerah pedesaan menghadapi kesulitan berupa:
3. Ketergantungan pada Proses Manual
Banyak alur kerja mereka yang masih bergantung pada penagihan dan manajemen inventori berbasis kertas, yang menyebabkan:
Menambah kompleksitas, kami harus memastikan bahwa penerapan DMS Lite pada lebih dari 570 distributor tidak akan mengganggu operasional 5.000 distributor primer yang sudah menggunakan platform DMS utama mereka.
Kami tahu ini akan menjadi proyek yang menuntut, tetapi ini adalah kesempatan untuk memberikan nilai nyata bagi klien.
Setelah menganalisis situasi ini, kami memutuskan untuk mengambil pendekatan yang berorientasi jangka panjang dan menciptakan solusi bagi HCCB yang tidak hanya menyelesaikan masalah mendesak, tetapi juga selaras dengan kebutuhan pasar pedesaan yang terus berubah.
Berikut adalah bagaimana kami mendekati implementasi DMS Lite untuk HCCB:
Kami memulai dengan melakukan analisis mendetail terhadap operasional mereka saat ini. Titik masalah utamanya adalah kurangnya visibilitas terhadap secondary sales dan inventori distributor. Selain itu, ketergantungan HCCB pada dokumen manual untuk penagihan dan pelacakan stok menunjukkan inefisiensi yang membutuhkan perhatian segera.
Bekerja sama erat dengan klien, kami memetakan kebutuhan mereka, di antaranya:
Fase ini sangat penting dalam menetapkan arah yang jelas bagi solusi ini.
Kami meluncurkan DMS Lite secara bertahap untuk memastikan gangguan yang minimal. Elemen-elemen utamanya meliputi:
Umpan balik yang rutin selama fase UAT dan pilot memastikan setiap masalah diselesaikan dengan cepat.
Proyek ini diwarnai beberapa momen membanggakan yang menunjukkan dampak dari kerja kami. Pada Mei 2023, kami berhasil go-live dengan lebih dari 570 distributor, tanpa masalah pasca-peluncuran. Para distributor melaporkan peningkatan signifikan dalam operasional harian mereka, dengan pelacakan real-time dan alur kerja yang mulus. Per Januari 2025, jumlahnya telah meningkat menjadi 690.
HCCB memperoleh visibilitas penuh terhadap aktivitas pasar, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih terinformasi di wilayah-wilayah yang sebelumnya kekurangan infrastruktur.
Melalui proyek ini, kami sebagai tim memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas jaringan distribusi berskala besar dan bagaimana solusi yang disesuaikan dapat menciptakan dampak bisnis yang signifikan.
Salah satu pembelajaran utama bagi kami adalah pentingnya peluncuran bertahap dan penyelesaian masalah secara proaktif. Menangani bahkan kekhawatiran kecil dengan segera membantu kami menjaga kepercayaan klien dan memastikan transisi yang lancar.