Istilah CPG Dijelaskan, sebuah seri oleh Cyril Ovely
Pendapatan inkremental adalah penjualan tambahan yang dihasilkan oleh sebuah aktivitas promosi, di atas dan melampaui apa yang akan terjual pada kondisi baseline, yang merepresentasikan lift sesungguhnya yang dapat diatribusikan pada promosi tersebut.
Pendapatan inkremental (juga disebut incremental sales atau promotional lift) adalah penjualan tambahan yang dihasilkan sebuah promosi di atas apa yang sebenarnya akan terjual. Total penjualan dikurangi penjualan baseline sama dengan pendapatan inkremental.
Angka inilah yang menentukan apakah sebuah promosi sepadan dengan investasinya. Jika pendapatan inkremental melebihi biaya promosi, Anda meraih untung. Jika tidak, Anda membayar shopper untuk membeli sesuatu yang sebenarnya akan mereka beli apa pun yang terjadi.
Inilah kebenaran yang tidak nyaman: sebagian besar penjualan promosi ternyata tidak benar-benar inkremental. Shopper menimbun barang selama promosi lalu berhenti membeli selama beberapa minggu (pull forward). Sebagian shopper beralih dari kompetitor selama promosi Anda tetapi kembali lagi sesudahnya (tidak ada gain bersih). Dan sebagian lagi sebenarnya akan membeli produk Anda dengan harga penuh apa pun yang terjadi (dead weight).
Jenis-jenis penjualan promosi:
Memahami komposisi pendapatan inkremental menentukan apakah Anda benar-benar menumbuhkan kategori atau sekadar menggeser waktu dari permintaan yang sudah ada.
Skenario: Sebuah brand menjalankan promosi selama 4 minggu dan mengukur hasilnya:
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Total penjualan promosi (4 minggu) | $480,000 |
| Perkiraan baseline (4 minggu) | $200,000 |
| Pendapatan inkremental kotor | $280,000 |
| Dikurangi: pull forward (estimasi 15%) | ($42,000) |
| Dikurangi: kanibalisasi SKU sendiri (estimasi 10%) | ($28,000) |
| Pendapatan inkremental bersih | $210,000 |
| Total biaya promosi | $120,000 |
| Net ROTS (pendapatan) | 1.75:1 |
Angka inkremental kotor terlihat bagus: $280K. Namun setelah memperhitungkan pull forward dan kanibalisasi, inkremental bersihnya turun menjadi $210K. Dibandingkan dengan biaya promosi sebesar $120K, net ROTS berbasis pendapatan adalah 1,75:1, bukan 2,33:1 seperti yang ditunjukkan angka kotor.
Inilah sebabnya brand yang matang mengukur inkremental bersih, bukan kotor. Selisih di antara keduanya mengungkapkan seberapa besar "lift" promosi yang merupakan pertumbuhan sesungguhnya, dibandingkan pergeseran waktu semata.
Kesalahan #1: Mengacaukan inkremental kotor dan bersih.
Inkremental kotor (total dikurangi baseline) melebih-lebihkan dampak sesungguhnya karena tidak memperhitungkan pull forward, kanibalisasi, atau dead weight. Inkremental bersih, yang telah disesuaikan dengan faktor-faktor ini, adalah angka yang seharusnya mendorong keputusan investasi.
Kesalahan #2: Mengukur inkremental hanya selama periode promosi.
Dampak penuh dari sebuah promosi berlangsung melampaui periode promosi itu sendiri. Anda perlu mengukur penurunan pasca-promosi (pembalikan pull forward) dan efek jangka panjang lainnya (pengguna baru yang terus membeli). Jendela pengukuran 4 minggu mungkin tidak menangkap gambaran secara utuh.
Kesalahan #3: Mengabaikan kanibalisasi di dalam portofolio Anda sendiri.
Jika mempromosikan SKU A menurunkan penjualan SKU B Anda, inkremental bersih bagi brand Anda lebih rendah daripada yang ditunjukkan perhitungan di level SKU. Selalu ukur inkremental di level brand, bukan hanya di level SKU.
Kesalahan #4: Menganggap semua pendapatan inkremental menguntungkan.
Pendapatan inkremental pada harga diskon mungkin tidak menutupi pengorbanan margin. Penurunan harga 20% yang menghasilkan 30% lebih banyak unit tetap bisa menurunkan total laba jika margin per unit turun terlalu jauh. Ukur laba inkremental, bukan hanya pendapatan inkremental.
Global: Pengukuran inkremental digunakan di mana pun analitik promosi tersedia:
Tim revenue growth management terkemuka menghitung pendapatan inkremental bersih untuk setiap promosi, didekomposisi berdasarkan jenisnya (promosi harga, display, feature, combo). Mereka menggunakan insight ini untuk mengoptimalkan kalender promosi, mengalokasikan anggaran ke jenis promosi dan retailer yang menghasilkan net ROTS tertinggi. Model prediktif memperkirakan pendapatan inkremental sebelum promosi berjalan, memungkinkan perencanaan skenario dan optimasi investasi.
Lighthouse menghubungkan distribusi, eksekusi, trade, dan supply ke dalam satu sistem yang dapat ditindaklanjuti oleh tim komersial Anda hingga level toko dan SKU.
Ajukan demo