Istilah CPG Dijelaskan, sebuah seri oleh Cyril Ovely
OTIF (On Time In Full) mengukur persentase purchase order yang dikirim secara lengkap (semua item, kuantitas yang benar) dan pada tanggal pengiriman yang disepakati. Ini adalah metrik kinerja supply chain utama antara produsen CPG dan pelanggan retail mereka.
OTIF (On Time In Full) menjawab pertanyaan sederhana: apakah pengiriman tiba sesuai janji, dengan semua yang dipesan retailer? "On time" berarti dalam jendela waktu pengiriman yang disepakati. "In full" berarti pesanan lengkap, kuantitas benar, tanpa substitusi.
OTIF adalah metrik yang digunakan retailer untuk meminta pertanggungjawaban pemasok mereka. Jika Anda konsisten gagal memenuhi OTIF, Anda akan menghadapi penalti finansial, pengurangan ruang rak, atau bahkan delisting. Jika Anda konsisten memenuhi target OTIF, Anda akan mendapatkan status preferred supplier dan persyaratan komersial yang lebih baik.
OTIF penting karena keandalan supply chain adalah fondasi hubungan antara produsen dan retailer. Retailer tidak bisa menjaga produk tetap ada di rak jika pengiriman terlambat atau tidak lengkap. Setiap kegagalan OTIF berpotensi berujung pada out of stock di rak, yang kemudian berujung pada penjualan yang hilang dan shopper yang kecewa.
Dua komponen OTIF:
OTIF biasanya diukur sebagai persentase: OTIF = (Jumlah pesanan yang dikirim tepat waktu DAN lengkap / Total pesanan) x 100. Sebagian besar retailer besar mensyaratkan 95% atau lebih tinggi. Program OTIF Walmart sangat ketat, menetapkan ambang batas 98% dan mengenakan denda 3% dari cost of goods untuk pengiriman yang tidak memenuhinya.
Skenario: Sebuah brand melakukan pengiriman ke distribution center sebuah jaringan supermarket:
| Purchase Order | Tanggal Disepakati | Pengiriman Aktual | Dipesan (case) | Dikirim (case) | On Time? | In Full? | OTIF |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| PO-001 | Aug 15 | Aug 15 | 100 | 100 | Ya | Ya | Lulus |
| PO-002 | Aug 16 | Aug 17 | 80 | 80 | Tidak (terlambat) | Ya | Gagal |
| PO-003 | Aug 17 | Aug 17 | 120 | 100 | Ya | Tidak (kurang) | Gagal |
| PO-004 | Aug 18 | Aug 18 | 60 | 60 | Ya | Ya | Lulus |
| OTIF Rate | 50% |
OTIF rate sebesar 50% adalah bencana. Sebagian besar retailer mensyaratkan 95%+. Pada level ini, brand tersebut akan menghadapi penalti finansial dan rencana perbaikan formal. Akar penyebabnya: keterlambatan produksi menyebabkan PO-002 tiba terlambat, dan stock out pada satu SKU menyebabkan PO-003 dikirim kurang dari pesanan.
Kesalahan #1: Mengukur OTIF di level order, bukan level baris (line level).
Jika sebuah purchase order memiliki 10 baris dan 9 di antaranya dikirim tepat waktu dan lengkap tetapi 1 kurang, OTIF di level order akan menyatakan "gagal", tetapi analisis di level baris menunjukkan performa 90%. Pengukuran di level baris mengidentifikasi SKU spesifik yang menyebabkan kegagalan OTIF.
Kesalahan #2: Mencampuradukkan OTIF dengan fill rate.
Fill rate mengukur kuantitas yang dikirim dibandingkan yang dipesan. OTIF lebih ketat: ia mensyaratkan pengiriman tepat waktu DAN pengiriman lengkap. Sebuah pengiriman yang tiba tepat waktu tetapi kurang jumlahnya lulus dari sisi fill rate, tetapi gagal dari sisi OTIF.
Kesalahan #3: Tidak menyelidiki akar penyebab.
Kegagalan OTIF berasal dari berbagai sumber: keterlambatan produksi, kesalahan picking di gudang, keterlambatan transportasi, atau pemrosesan pesanan yang salah. Tanpa analisis akar penyebab, Anda tidak bisa memperbaiki masalah yang sebenarnya.
Kesalahan #4: Memperlakukan OTIF hanya sebagai masalah supply chain.
Kegagalan OTIF sering kali bermula dari keputusan komersial: terlalu berkomitmen pada volume promosi, menerima jendela waktu pengiriman yang tidak realistis, atau meluncurkan produk baru tanpa perencanaan supply yang memadai. Tim komersial dan supply chain perlu berkolaborasi dalam urusan OTIF.
Global: OTIF adalah standar universal, tetapi terminologinya bervariasi:
Tim supply chain terkemuka memperlakukan OTIF sebagai metrik operasional real time, bukan laporan bulanan. Mereka menggunakan pelacakan order-to-delivery yang terintegrasi untuk memantau kinerja OTIF secara berkelanjutan, menerapkan analisis akar penyebab untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah sistemik, serta berkolaborasi dengan tim komersial untuk memastikan rencana promosi didukung oleh supply yang memadai. Program OTIF terbaik memadukan teknologi (pelacakan real time, predictive alerts) dengan disiplin proses (standard operating procedure, protokol eskalasi).
Lighthouse menghubungkan distribusi, eksekusi, trade, dan supply ke dalam satu sistem yang dapat ditindaklanjuti oleh tim komersial Anda hingga level toko dan SKU.
Ajukan demo