Istilah CPG Dijelaskan, sebuah seri oleh Cyril Ovely

Apa Itu COGS? Fondasi Biaya di Balik Setiap Keputusan Harga CPG

COGS (Cost of Goods Sold) adalah total biaya langsung untuk memproduksi produk CPG, termasuk bahan baku, tenaga kerja produksi, kemasan, dan overhead pabrik. Ini adalah titik awal untuk semua perhitungan harga dan margin.

Jawaban singkat

COGS (Cost of Goods Sold) adalah biaya untuk membuat satu unit produk Anda. Untuk toples kopi, itu mencakup biji kopi, toplesnya, labelnya, tenaga kerja pabrik untuk memproduksinya, dan overhead pabrik (utilitas, depresiasi peralatan). Ini tidak termasuk pemasaran, distribusi ke retailer, atau biaya kantor pusat.

COGS adalah fondasi dari setiap keputusan harga. Harga ritel Anda dikurangi COGS sama dengan margin kotor Anda. Jika Anda tidak mengetahui COGS secara akurat, Anda tidak bisa menetapkan harga secara menguntungkan.

Mengapa hal ini penting dalam CPG

Dalam CPG, margin sangat tipis dan volume sangat tinggi. Perubahan 1 persen pada COGS di seluruh rangkaian produk dapat berdampak jutaan pada keuntungan. Memahami dan mengelola COGS sangat penting untuk penetapan harga yang kompetitif, keputusan promosi, dan analisis profitabilitas.

Apa yang termasuk dalam COGS:

  • Bahan baku: Bahan atau komponen yang menyusun produk
  • Kemasan: Botol, toples, kotak, label, shrink wrap
  • Tenaga kerja langsung: Pekerja pabrik yang memproduksi produk
  • Overhead pabrik: Utilitas, depresiasi peralatan, kontrol kualitas, supervisi pabrik

Apa yang TIDAK termasuk dalam COGS:

  • Biaya distribusi dan logistik (mengirim produk ke retailer)
  • Pemasaran dan periklanan
  • Trade spend dan promosi
  • Biaya kantor pusat dan administrasi
  • Biaya tim penjualan
Untuk yang tertarik pada sisi teknis: Dalam model data CPG, COGS adalah atribut per-SKU yang menjadi input bagi perhitungan margin di setiap level: margin SKU, margin brand, margin channel, dan margin perusahaan. Angka COGS perlu dipelihara per SKU dan diperbarui saat biaya input berubah. Dalam sistem ERP, COGS dilacak melalui metode standard costing atau actual costing. Untuk keputusan harga dan promosi, sistem perlu menghitung margin bersih (harga ritel dikurangi COGS dikurangi trade spend dikurangi biaya distribusi) di level SKU.

Bagaimana penerapannya

Skenario: Menyusun struktur biaya produk untuk toples kopi 200g

Komponen BiayaBiaya per Unit% dari COGS
Biji kopi (bahan baku)$1.2040%
Toples kaca + tutup (kemasan)$0.6020%
Label + shrink sleeve$0.155%
Tenaga kerja langsung$0.3010%
Overhead pabrik$0.4515%
Lainnya (kualitas, wastage)$0.3010%
Total COGS$3.00100%

Dengan COGS sebesar $3.00 dan harga ritel $8.99, margin kotornya adalah $5.99 (66,6%). Namun setelah biaya distribusi ($0.80), trade spend ($1.20), dan pemasaran ($0.50), margin bersihnya menjadi $3.49 (38,8%). Memahami keseluruhan alur biaya (cost waterfall) dari COGS hingga margin bersih sangat penting untuk penetapan harga yang menguntungkan.

Metrik utama & konsep terkait

  • Margin Kotor: harga jual dikurangi COGS, tingkat profitabilitas pertama
  • Margin Bersih: harga jual dikurangi seluruh biaya (COGS, distribusi, trade spend, pemasaran, overhead)
  • NSV (Net Sales Value): pendapatan setelah dikurangi trade spend dan diskon dari penjualan kotor
  • Price Waterfall: pengurangan bertahap dari harga daftar hingga margin bersih
  • Landed Cost: COGS ditambah biaya distribusi untuk mengirimkan produk hingga ke pintu retailer

Kesalahan umum & kesalahpahaman

Kesalahan #1: Mengacaukan COGS dengan total biaya.
COGS hanya mencakup biaya produksi. Distribusi, pemasaran, trade spend, dan overhead adalah hal yang terpisah. Menggunakan COGS saja untuk menilai profitabilitas akan melebih-lebihkan margin yang sebenarnya.

Kesalahan #2: Tidak memperbarui COGS saat biaya input berubah.
Harga komoditas berfluktuasi. Jika biaya biji kopi Anda naik 20% tetapi angka COGS Anda belum diperbarui, keputusan harga dan promosi Anda didasarkan pada data yang sudah usang.

Kesalahan #3: Menggunakan rata-rata COGS di seluruh rangkaian produk.
SKU yang berbeda memiliki COGS yang berbeda. Toples 200g dan toples 400g dari kopi yang sama memiliki COGS yang berbeda. Menggunakan rata-rata akan menyembunyikan perbedaan profitabilitas di level SKU.

Kesalahan #4: Menetapkan harga promosi tanpa memeriksa dampaknya terhadap margin.
Penurunan harga 20% pada produk dengan margin kotor 30% bisa menyisakan margin yang tidak cukup untuk menutup trade spend dan distribusi. Selalu periksa dampak margin bersih sebelum memutuskan sebuah promosi.

Variasi regional

Global: COGS adalah konsep akuntansi universal, tetapi praktik perhitungannya bervariasi:

  • AS: Standard costing umum digunakan oleh produsen CPG. COGS dilacak di level SKU dalam sistem ERP (SAP, Oracle). GAAP menentukan apa saja yang boleh dimasukkan ke dalam COGS.
  • UK: Serupa dengan AS. IFRS mengatur klasifikasi biaya. Perusahaan CPG mempertahankan rincian biaya (cost roll up) yang detail per SKU.
  • India: Perhitungan COGS mencakup bea cukai dan pajak tertentu yang diperlakukan berbeda di pasar lain. Standar akuntansi biaya ditetapkan oleh ICAI.
  • NZ/AU: Standar AASB (Australia) dan NZ IFRS, yang diawasi oleh XRB di Selandia Baru, mengatur klasifikasi biaya. Perusahaan CPG mempertahankan struktur COGS yang serupa dengan rekan-rekan mereka di AS/Inggris.

Bagaimana tim CPG terkemuka menggunakan COGS

Brand-brand terkemuka menjaga pelacakan COGS secara real time yang diperbarui setiap kali biaya input berubah. Mereka menggunakan data COGS untuk menyusun price waterfall yang menunjukkan perjalanan margin secara lengkap dari harga daftar hingga laba bersih. Mereka mengintegrasikan COGS ke dalam sistem perencanaan promosi sehingga setiap skenario promosi secara otomatis menghitung dampaknya terhadap margin. Hasilnya: keputusan harga dan promosi yang berlandaskan data biaya yang akurat.


Lighthouse untuk CPG

Lihat bagaimana Lighthouse mengubah istilah-istilah ini menjadi eksekusi ritel

Lighthouse menghubungkan distribusi, eksekusi, trade, dan supply ke dalam satu sistem yang dapat ditindaklanjuti oleh tim komersial Anda hingga level toko dan SKU.

Ajukan demo
Cyril Ovely
Co-Founder dan CTO, Vxceed

Cyril adalah Co-Founder dan CTO di Vxceed. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang teknik dan kewirausahaan, ia berfokus pada pembangunan solusi SaaS yang skalabel untuk mentransformasi eksekusi rantai permintaan dan membantu bisnis beroperasi dengan ketangkasan yang lebih besar di pasar yang terus berkembang.