Istilah CPG Dijelaskan, sebuah seri oleh Cyril Ovely
Product master data, strategi harga, dan hierarki kemasan. Istilah-istilah ini mendefinisikan bagaimana produk CPG diidentifikasi, diberi harga, dikemas, dan diposisikan di pasar.
Setiap keputusan komersial dalam CPG pada akhirnya kembali terhubung ke produk: apa produknya, berapa biaya produksinya, berapa harga jualnya, dan bagaimana kemasannya untuk setiap saluran. Product master data adalah fondasi bagi setiap sistem dalam bisnis: ERP, SFA, trade promotion management, dan analitik semuanya bergantung pada data produk yang bersih.
Harga menentukan margin. Kemasan menentukan dampak di rak dan efisiensi rantai pasok. Jika keduanya salah, semua hal di hilir akan terdampak: promosi yang menggerus margin, kemasan yang tidak sesuai dengan saluran, atau produk yang tidak dapat diukur karena master data-nya tidak konsisten.
Total biaya langsung untuk memproduksi sebuah produk CPG, mencakup bahan baku, kemasan, tenaga kerja produksi, dan overhead pabrik. COGS adalah titik awal bagi semua perhitungan harga dan margin. COGS tidak mencakup distribusi, pemasaran, trade spend, atau biaya kantor pusat. Dalam CPG, di mana margin tipis dan volume tinggi, bahkan perubahan 1% pada COGS dapat berarti dampak laba senilai jutaan.
Laba yang tersisa setelah mengurangi COGS dari pendapatan, dinyatakan sebagai persentase. Gross margin menjadi batas atas bagi segala hal lainnya: biaya distribusi, trade spend, pemasaran, dan overhead semuanya berasal dari gross margin. Gross margin CPG yang umum berkisar dari 25% (susu segar) hingga 70% (kopi premium). Memahami gross margin di level SKU sangat penting untuk keputusan harga dan promosi yang menguntungkan.
Pengidentifikasi numerik terstandardisasi secara global yang dicetak sebagai barcode pada setiap produk. GTIN (Global Trade Item Number) adalah standar payung yang dikelola oleh GS1. UPC (12 digit) digunakan di AS dan Kanada. EAN (13 digit) digunakan di tempat lainnya. Setiap varian produk yang berbeda mendapatkan GTIN-nya sendiri. Tanpa GTIN, pemindaian POS, manajemen inventaris, dan pengukuran data sindikasi tidak akan mungkin dilakukan.
Satuan ukur standar untuk sebuah produk: each, case, pallet, kilogram, liter. UOM sangat penting untuk pemesanan, manajemen inventaris, dan konsistensi data. Satu produk yang sama bisa memiliki UOM yang berbeda di level yang berbeda: eaches untuk pemesanan toko, case untuk penanganan gudang, pallet untuk transportasi. UOM yang tidak selaras antar mitra dagang menyebabkan kesalahan pemesanan dan ketidaksesuaian inventaris.
Jumlah terkecil dari sebuah produk yang bersedia dijual oleh sebuah pemasok dalam satu pesanan. MOQ umum dijumpai dalam hubungan distributor dan grosir. MOQ melindungi pemasok dari pesanan kecil yang tidak menguntungkan, tetapi dapat menciptakan tantangan bagi peritel kecil atau uji coba produk baru. MOQ bervariasi tergantung nilai produk, ukuran kemasan, dan struktur biaya pemasok.
Proses menciptakan dan meluncurkan produk baru, mulai dari konsep hingga pengembangan, pengujian, dan peluncuran komersial. NPD dalam CPG melibatkan riset pasar, formulasi produk, desain kemasan, cost engineering, negosiasi dengan peritel, pembayaran slotting fee, dan perencanaan promosi peluncuran. Pipeline NPD adalah masukan utama bagi joint business plan dan kalender promosi.
Pendapatan setelah dikurangi trade spend, diskon off invoice, dan rabat dari gross sales. NSV adalah ukuran yang lebih realistis tentang apa yang benar-benar diperoleh merek dibanding gross sales. Kesenjangan antara gross sales dan NSV mengungkap total biaya investasi trade. NSV adalah titik awal untuk perhitungan margin bersih.
Harga yang disarankan produsen agar dijual oleh peritel. Sifatnya tidak mengikat, tetapi menjadi titik acuan untuk konsistensi harga lintas saluran. Di beberapa pasar, peritel menyimpang cukup jauh dari RRP; di pasar lain, RRP diikuti dengan ketat. Hubungan antara RRP dan harga jual sebenarnya memengaruhi margin, baik bagi peritel maupun merek.
Setara dengan RRP. Harga jual yang direkomendasikan produsen kepada konsumen akhir. Digunakan secara bergantian dengan RRP di beberapa pasar.
Rata-rata tertimbang dari harga jual sebuah produk di seluruh outlet, memperhitungkan baik harga promosi maupun harga reguler. ARP lebih rendah dari RRP karena mencakup efek dari penurunan harga sementara. Melacak ARP dari waktu ke waktu mengungkap realisasi harga efektif setelah promosi.
Varian produk baru (rasa, ukuran, format) yang ditambahkan ke range sebuah merek yang sudah ada. Line extension memanfaatkan brand equity yang sudah terbangun untuk mengurangi risiko peluncuran. Ini adalah bentuk NPD yang paling umum dalam CPG. Namun, line extension yang berlebihan dapat memecah range, meningkatkan kompleksitas, dan mengkanibal SKU yang sudah ada tanpa menumbuhkan kategori.
Produk yang diproduksi oleh pihak ketiga tetapi dijual dengan nama merek milik peritel sendiri. Produk private label biasanya menawarkan harga yang lebih rendah dibanding padanan bermereknya, sambil tetap menjaga kualitas yang dapat diterima. Di pasar-pasar maju, private label dapat menyumbang 20 hingga 40% dari penjualan grocery. Private label telah berkembang dari "alternatif murah" menjadi "proposisi nilai," dengan range private label premium yang kini semakin umum.
Setara dengan private label. Produk yang dijual dengan nama merek milik peritel sendiri.
Nilai komersial yang diperoleh sebuah merek dari persepsi, loyalitas, dan asosiasi pembelanja, di luar manfaat fungsional produk itu sendiri. Brand equity yang kuat memungkinkan harga premium, posisi rak yang lebih baik, dan promosi yang lebih efektif. Brand equity dibangun selama bertahun-tahun melalui kualitas yang konsisten, investasi pemasaran, dan pengalaman pembelanja.
Periode di mana sebuah produk tetap layak untuk dijual dan dikonsumsi dalam kondisi penyimpanan tertentu. Shelf life menentukan parameter manajemen inventaris (rotasi FIFO, level safety stock) dan memengaruhi ekonomi distribusi. Produk dengan shelf life pendek (susu segar, produk bakery) membutuhkan pengiriman yang lebih sering dan kontrol inventaris yang lebih ketat.
Karakteristik sebuah produk, seperti rasa, ukuran, jenis kemasan, atau klaim diet, yang membedakannya dalam sebuah range. Atribut produk digunakan dalam perencanaan range, segmentasi pembelanja, dan konten produk e-commerce. Dalam konteks digital shelf, atribut menjadi metadata yang dapat dicari dan memengaruhi keterlihatan produk.
Harga yang disarankan produsen sebelum diskon trade, promosi, atau potongan hasil negosiasi apa pun. List price adalah titik awal dari price waterfall. Kesenjangan antara list price dan harga jual sebenarnya mengungkap total biaya investasi trade, diskon, dan aktivitas promosi.
Harga jual reguler sebuah produk sebelum ada promosi sementara. Base price digunakan sebagai titik acuan untuk menghitung promotional lift dan pendapatan inkremental. Base price berbeda dari list price karena mencerminkan harga jual harian yang sebenarnya setelah kesepakatan trade.
Lapisan kemasan terluar yang digunakan untuk transportasi dan penyimpanan gudang, seperti pallet dan case yang dibungkus shrink wrap. Tertiary packaging melindungi produk selama distribusi, tetapi tidak dilihat oleh konsumen akhir. Kemasan ini memengaruhi efisiensi rantai pasok: konfigurasi pallet menentukan berapa banyak unit yang muat di sebuah truk, di gudang, dan di gudang belakang toko.
Teknologi untuk identifikasi produk secara otomatis. Bar code (label cetak yang dipindai di POS) digunakan secara universal dalam CPG. RFID (Radio Frequency Identification) menggunakan gelombang radio untuk mengidentifikasi produk tanpa perlu pemindaian dengan garis pandang langsung. Adopsi RFID terus tumbuh dalam CPG demi akurasi inventaris dan pencegahan pemalsuan, meski biaya masih menjadi penghalang untuk item bernilai rendah.
Selandia Baru Metrik khas Selandia Baru yang menunjukkan volume pesanan standar untuk sebuah produk di sebuah toko tertentu, digunakan untuk perencanaan replenishment.
Lighthouse menghubungkan distribusi, eksekusi, trade, dan supply ke dalam satu sistem yang menjadi dasar tindakan tim komersial Anda hingga ke level toko dan SKU.
Minta demo