Istilah CPG Dijelaskan, sebuah seri oleh Cyril Ovely
Digital Shelf adalah padanan online dari rak retail fisik: halaman listing produk, hasil pencarian, dan halaman detail produk pada platform e-commerce tempat produk CPG ditemukan, dinilai, dan dibeli oleh shopper online.
Digital Shelf adalah tempat produk CPG berada secara online. Ketika seorang shopper mencari "coffee" di Amazon, Walmart.com, atau Instacart, hasil yang mereka lihat adalah digital shelf tersebut. Posisi produk Anda dalam hasil itu, kualitas gambar dan deskripsinya, harganya, rating-nya, dan ketersediaannya semuanya menentukan apakah produk itu akan diklik dan dibeli.
Sama seperti rak fisik, digital shelf bersifat kompetitif, terbatas, dan terukur. Dan seperti pada retail fisik, brand yang menang di digital shelf adalah brand yang mengoptimalkan setiap elemen presentasi produk mereka.
E-commerce grocery tumbuh dengan pesat. Di AS, penjualan grocery online telah tumbuh dari 3% menjadi lebih dari 15% dari total grocery dalam beberapa tahun terakhir. Di pasar seperti Inggris dan Korea Selatan, penetrasi grocery online bahkan lebih tinggi lagi. Bagi brand CPG, digital shelf bukan lagi sesuatu yang opsional. Ini adalah channel inti yang membutuhkan strategi dan eksekusi khusus.
Perbedaan utama antara rak fisik dan digital shelf:
| Dimensi | Rak Fisik | Digital Shelf |
|---|---|---|
| Discovery | Shopper berjalan menyusuri lorong toko | Pencarian, penelusuran, rekomendasi |
| Posisi | Level mata, end cap, blok rak | Peringkat pencarian, penempatan bersponsor |
| Konten | Kemasan, shelf talker | Gambar, judul, poin-poin, konten A+, ulasan |
| Ketersediaan | Tersedia di rak | Tersedia untuk pengiriman atau pengambilan |
| Harga | Label tepi rak | Harga yang tercantum, promosi, subscribe and save |
| Pengukuran | Audit toko, data scanner | Analitik platform, pelacakan peringkat pencarian |
Skenario: Sebuah brand mengaudit performa digital shelf-nya pada platform e-commerce besar
Audit digital shelf ini mengungkapkan item tindakan yang jelas: meningkatkan kualitas konten, mengoptimalkan judul untuk pencarian, menjawab pertanyaan pelanggan, memperbaiki masalah ketersediaan, dan mempertimbangkan harga promosi. Setiap perbaikan secara langsung berdampak pada peringkat pencarian dan conversion rate.
Kesalahan #1: Memperlakukan digital shelf sebagai hal yang tidak diprioritaskan.
Banyak brand CPG masih memperlakukan e-commerce sebagai channel kecil yang dikelola oleh siapa saja yang mengurus situs web. Digital shelf membutuhkan sumber daya khusus, sama seperti eksekusi retail fisik.
Kesalahan #2: Menggunakan konten yang sama untuk setiap platform.
Amazon, Walmart, dan Instacart memiliki persyaratan konten, spesifikasi gambar, dan algoritma pencarian yang berbeda. Setiap platform membutuhkan optimasi konten yang disesuaikan.
Kesalahan #3: Mengabaikan rating dan ulasan.
Ulasan secara langsung berdampak pada peringkat pencarian dan conversion rate. Produk dengan 4,5 bintang dan 500 ulasan akan mengungguli produk dengan 4,0 bintang dan 50 ulasan, jika faktor lain setara. Manajemen ulasan yang aktif sangatlah penting.
Kesalahan #4: Tidak memantau digital shelf setiap hari.
Peringkat pencarian berubah setiap hari. Kompetitor menyesuaikan harga dan konten. Kehabisan stok terjadi. Brand-brand terkemuka memantau performa digital shelf mereka setiap hari dan merespons perubahan secara real time.
Global: pentingnya digital shelf bervariasi menurut kematangan pasar:
Brand-brand terkemuka memperlakukan digital shelf dengan tingkat kedisiplinan yang sama seperti eksekusi retail fisik. Mereka menggunakan platform analitik digital shelf untuk memantau peringkat pencarian, kualitas konten, ketersediaan, dan harga di semua platform e-commerce setiap hari. Mereka menugaskan manajer digital shelf khusus untuk mengoptimalkan konten, mengelola ulasan, dan berkoordinasi dengan supply chain guna meminimalkan kehabisan stok online. Brand yang menang di digital shelf adalah brand yang menerapkan kedisiplinan eksekusi yang sama secara online seperti yang mereka lakukan di toko fisik.
Lighthouse menghubungkan distribusi, eksekusi, trade, dan supply ke dalam satu sistem yang dapat ditindaklanjuti oleh tim komersial Anda hingga level toko dan SKU.
Ajukan demo