Istilah CPG Dijelaskan, sebuah seri oleh Cyril Ovely
Barcode adalah representasi visual data yang dapat dibaca mesin. Pola garis (bar) mengenkode sebuah angka yang mengidentifikasi sebuah produk, dan ketika di-scan, sistem menggunakan angka tersebut untuk mencari produk itu. Barcode adalah simbolnya. Angka di bawahnya adalah datanya.
Barcode bukanlah sebuah database. Barcode adalah sebuah pointer. Pola garisnya mengenkode serangkaian digit, scanner membaca digit-digit tersebut, dan sistem menggunakannya untuk menemukan sebuah record: deskripsi produk, harga, level stok. Tidak ada apa pun tentang produk yang tersimpan di dalam barcode itu sendiri, kecuali angkanya.
Pada produk CPG, angka tersebut hampir selalu berupa GTIN, pengenal produk global yang dikelola oleh GS1. Di AS dan Kanada, biasanya berbentuk UPC 12 digit. Di tempat lain, biasanya berbentuk EAN 13 digit. Keduanya adalah varian dari sistem penomoran yang sama, dan keduanya dicetak sebagai jenis simbol hitam-putih yang sama.
Pemisahan antara angka dan simbol inilah gagasan paling penting dalam identifikasi produk. Ini menjelaskan mengapa satu kemasan bisa memiliki beberapa kode, mengapa barcode saja tidak bisa memberi tahu Anda harga, dan mengapa peritel meminta angka dan artwork secara terpisah. Artikel ini membahas sisi simbolnya. Sisi angkanya, UPC, EAN, dan GTIN, dibahas tersendiri.
Barcode membutuhkan waktu 26 tahun untuk berpindah dari percakapan di lorong hingga ke meja kasir supermarket.
Barcode klasik bersifat satu dimensi: rangkaian garis gelap dan spasi terang dengan lebar yang berbeda-beda, dibaca dalam satu arah.
Scanning adalah trik pemantulan cahaya. Garis gelap menyerap cahaya dan spasi terang memantulkannya, sehingga sapuan melintasi simbol menghasilkan pola pemantulan berbasis waktu.
Setelah didekode, angka tersebut divalidasi dan diteruskan ke sistem, yang kemudian mencari record produknya. Harga ditetapkan dalam sistem toko, bukan di dalam barcode. Itulah sebabnya kemasan yang sama bisa memiliki harga berbeda di toko yang berbeda, dan mengapa perubahan harga tidak memerlukan kemasan baru.
Kode satu dimensi sederhana dan murah untuk dicetak, tetapi hanya mampu menampung segelintir karakter dan membutuhkan database di baliknya. Kode dua dimensi menyimpan data dalam kedua arah.
Dalam CPG, kode 1D masih mendominasi supply chain fisik, unit ritel, case, dan pallet, sementara kode 2D terus berkembang dalam serialisasi, traceability, dan consumer engagement.
Simbol dan payload adalah dua pilihan yang terpisah. Berikut kombinasi-kombinasi yang penting dalam consumer goods:
| Format | Apa yang dienkode | Di mana Anda melihatnya |
|---|---|---|
| UPC-A | GTIN-12 | Unit ritel di AS dan Kanada |
| UPC-E | GTIN-12, terkompresi | Pack berukuran kecil di AS dan Kanada |
| EAN-13 | GTIN-13 | Unit ritel di tempat lain |
| EAN-8 | GTIN-8 | Pack yang sangat kecil |
| ITF-14 | GTIN-14 | Kode level case dan karton untuk gudang |
| GS1-128 | GTIN ditambah data batch, lot, expiry, dan serial | Logistik, healthcare, fresh food |
| Code 39 | Teks alfanumerik | Pelabelan industri dan militer, tag aset internal |
| Code 128 | Teks alfanumerik berdensitas tinggi | Label SKU internal, label pengiriman |
| Data Matrix | Nomor seri, payload kecil | Elektronik, farmasi, komponen kecil |
| QR Code | URL, teks, structured data | Marketing, kampanye, pembayaran |
Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, hanya sebagian dari kode-kode ini yang merupakan standar global. UPC, EAN, ITF-14, dan GS1-128 mengikuti aturan GS1 dan berlaku di setiap supply chain. Code 39, Code 128, dan QR membawa apa pun yang dipilih oleh perusahaan pencetaknya, termasuk kode SKU internal yang tidak berarti apa-apa di luar perusahaan tersebut. Kedua, angka dasar yang sama dapat berpindah dalam simbol yang berbeda: sebuah GTIN-14 muncul sebagai ITF-14 pada case, dan family GTIN yang sama muncul sebagai EAN-13 pada unit. Format mengikuti kebutuhan, bukan produknya.
Tugas barcode adalah mengubah pergerakan fisik menjadi data tanpa perlu mengetik. Setiap scan di sepanjang route to market adalah sebuah titik entri data:
Setiap scan menghilangkan satu entri manual beserta kesalahannya. Semakin banyak touchpoint yang melakukan scan, semakin akurat gambaran tentang apa berada di mana, dan kualitas kode, cetak, penempatan, quiet zone, menentukan apakah rantai tersebut tetap utuh atau putus di label yang paling lemah.
"Barcode berisi harga." Barcode berisi sebuah angka. Sistemlah yang mencari harganya. Lookup itulah alasan mengapa harga bisa berubah tanpa label baru dan bisa berbeda antar toko.
"Barcode adalah nomor produk." Garis-garisnya adalah simbol, dan digit yang dicetak di bawahnya adalah angkanya. Keduanya membawa data yang sama dalam dua bentuk. Ketika orang berkata "kirimkan barcode Anda," biasanya yang mereka maksud adalah angkanya.
"Kamera apa pun bisa membaca barcode apa pun." Simbologi itu penting. Laser scanner tidak dapat membaca QR code, dan aplikasi ponsel hanya bisa membaca simbologi yang didukungnya. Aplikasi lapangan perlu disesuaikan dengan kode yang akan mereka temui di pasar.
"Semua barcode adalah standar global." UPC dan EAN mengikuti aturan GS1 dan bersifat unik secara global. Kode internal dalam Code 39 atau Code 128 bersifat privat untuk perusahaan yang mencetaknya, dan dua perusahaan bisa mencetak kode internal yang sama untuk produk yang berbeda tanpa benturan.
Barcode adalah gambar yang dapat dibaca mesin dari sebuah angka, dan angka itulah yang benar-benar melakukan pekerjaannya. Simbol ini menangkap sebungkus permen karet di sebuah supermarket Ohio pada Juni 1974, dan gagasan dasar yang sama kini menggerakkan produk dari pabrik ke rak miliaran kali setiap hari.
Pertanyaan berikutnya adalah apa arti angka-angka tersebut, dari mana asalnya, dan siapa yang menetapkannya. Itulah dunia GTIN, UPC, dan EAN, dan strukturnya lebih rumit dari yang dibayangkan kebanyakan orang. Untuk gambaran singkat, lihat Apa Itu UPC / GTIN?
Lighthouse menghubungkan distribusi, eksekusi, perdagangan, dan pasokan ke dalam satu sistem yang dapat langsung ditindaklanjuti oleh tim komersial Anda di tingkat toko dan SKU.
Minta demo